Kamis, 24 Maret 2011

TVS Perkenalkan Tampilan Baru Apache RTR 160

PT TVS Motor Company Indonesia memperkenalkan tampilan terbaru varian TVS Apache RTR 160 cc dengan desain yang lebih modern dan sporty, sehingga memberikan ‘value lebih’ kepada konsumen.

TVS Apache RTR 160 cc telah dikenal di kalangan bikers Indonesia memiliki performa yang dahsyat akselerasinya dan mantap pengendaliannya, mengusung teknologi Racing Throttle Response (RTR) yang memberikan pengendara akselerasi tinggi membuat TVS Apache dapat melesat dari 0-60 km/jam dalam waktu 4,8 detik.

“Profesional muda dan sukses di Indonesia menyukai motor sport yang sesuai dengan kepribadian mereka. TVS Apache RTR 160 cc terbaru, kini hadir dengan tampilan balap dan warna baru yang cocok dengan kepribadian kalangan profesional yang sukses. Selain menawarkan harga yang terjangkau,” ungkap Darmady Tjuatja, Chief Operating Officer PT TVS Motor Company Indonesia, dalam rilisnya kepada Okezone, Jumat (25/3/2011).

TVS Apache RTR Single Disk (SD) 160 cc, kini tampil dengan desain yang lebih sporty dengan fitur air scoop, chin fairing, new striping racing style dan digital speedometer dengan tampilan hi-tech. TVS Apache RTR SD yang dilengkapi air scoop, menjamin kestabilan performa mesin untuk kenyamanan berkendara. Dengan desain aerodinamis dan tampilan macho, TVS Apache RTR SD kini dengan dua pilihan warna; marble red dan stallion black. Dibanderol dengan harga OTR Jabodetabek Rp 15,8 juta.

TVS Apache RTR Dual Disk (DD) 160 cc, kini hadir dengan warna baru dan sedang trend saat ini ; pearl white yang berkesan mewah, selain pilihan warna stallion black. Dengan tetap mengusung cakram ganda (dual disk), memiliki kontrol total yang sangat responsif melalui rem cakram Roto-Petal Disc Brakes pada roda depan dan belakang. Selain kesan gaya, fungsinya sangat membantu pengereman dalam kecepatan tinggi dan kestabilan para pengendaranya. Sementara untuk speedometer, dipakai sistem digital dengan 2-Trip Reading yang mudah dilihat saat melesat,  dan terdapat penunjuk jam, indikator bahan bakar, indikator aki dan servis sebagai pengingat. Dibanderol dengan harga OTR Jabodetabek Rp 17,5 juta.

TVS Apache RTR 160 cc telah terbukti sebagai motor sport pilihan, dengan telah meraih penghargaan publik ; Otomotif Award 2009 untuk kategori The Best Design untuk varian sport 150 – 180 cc dan Mr. Testo Otomotif 2010 untuk kategori The Best Performance & Handling untuk varian sport 125-160 cc.

Hingga saat ini, PT TVS Motor Company Indonesia telah memiliki 16 Regional Distributor/ Main Dealer yang menaungi  130 dealer berkonsep 3S (Sales / penjualan – Servis / bengkel – Spareparts / suku cadang) di seluruh Indonesia, yakni wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

Jumlah ini didukung oleh keberadaan bengkel kemitraan yang saat ini berjumlah 540 bengkel dengan para mekanik handal yang secara berkala dilatih khusus oleh PT TVS Motor Company Indonesia, sehingga siap menangani pelayanan kepada konsumen, mulai dari servis hingga penggantian suku cadang. Selain itu, PT TVS Motor Company Indonesia telah menunjuk beberapa distributor suku cadang untuk meningkatkan ketersediaan suku cadang di Indonesia. Kepuasan konsumen merupakan fokus PT TVS Motor Company Indonesia, dan untuk terus meningkatkan pelayanan, konsumen dapat menghubungi TVS iCare Call Center di 0800-1900-700 setiap hari mulai pk.08.00 -17.00, layanan bebas pulsa. (
TVS Apache RTR 160 (foto: dok TVS)
Read more »

Motor China Viar Kuasai Segmen Tiga Roda

PT Triangle Motorindo, selaku produsen sepeda motor
Viar di Indonesia, mengaku berhasil mendominasi segmen pasar roda tiga mengingat segmen tersebut belum banyak pemainnya. Sepanjang 2009, TM telah menjual 3.000-3.600 unit dan tahun ini menargetkan 24.000 unit, meningkat di atas 500 persen.

Marketing Division Head PT TM Ahmad Zafitra Dalie menjelaskan, pada tahun lalu, kapasitas produksi Viar untuk roda tiga berkisar 400-600 unit per bulan. Tahun ini, secara perlahan produksi ditingkatkan menyentuh angka 3.000 unit per bulan.

"Saat ini kami kewalahan dengan besarnya jumlah order yang masuk. Hampir semua pemda (pemerintah daerah) di Indonesia memesan produk kami, komposisinya sampai 80 persen dari total penjualan," papar Dalie di Jakarta, Jumat (5/2/2010).

Belum masuknya produsen Jepang di segmen motor ini membuat sejumlah motor China, seperti Fukuda, Tossa, Crisseda, dan Viar, menjadi pemain utama. Dalie menambahkan, dengan peningkatan kapasitas produksi, Viar menargetkan mampu mendominasi pasar motor tiga roda di Indonesia. "Tahun lalu pangsa pasar kita masih sekitar 20 persen, tahun ini kami menyasar target baru sampai 60 persen," tambah Dalie.

Selain itu, Karya juga akan menambah varian baru dengan mengusung mesin berkapasitas 200 cc dan mampu mengangkut barang seberat 1,2 ton. Saat ini Karya mengusung mesin 150 cc dengan daya tarik 500-750 kilogram.

"Kalau produk lama harganya Rp 17 juta-an per unit, yang baru sekitar Rp 19-20 juta per unit. Kami juga menggandeng mitra karoseri lokal untuk menciptakan kebutuhan konsumen khususnya bagian belakang motor," tukas Dalie.
Read more »

Viar Minta Maaf kepada Yamaha karena Plagiat

PT Triangle Motorindo, produsen sepeda motor Viar di Indonesia, meminta maaf kepada Yamaha Motor Co Ltd karena melanggar Undang-Undang Desain Industri.
Dyonisius Beti, Presiden Direktur PT Yamaha Motor Kencana Indonesia, menjelaskan, aksi plagiat ini sudah dilakukan sejak lama. Karena mengusik hak cipta milik Yamaha, prinsipal menyewa pengacara di Indonesia untuk segera mengatasi hal ini.
"Dari pelaporan ini, pihak kepolisian kemudian melakukan sidak ke pabrik Viar dan memang ditemukan beberapa produk hasil plagiat. Ini pelanggaran dan harus diselesaikan secepatnya. Kami harap Viar dan produsen lain tak lagi mengulangi hal ini," ujar Dyon kepada Kompas.com, kemarin malam.
Dyon menambahkan, Yamaha Jepang merupakan pemegang hak cipta produk-produk yang diproduksi di Indonesia. Pengurusan hak cipta ini menurutnya membutuhkan biaya yang tak sedikit karena melibatkan banyak pihak, mulai dari pendesain hingga pengurusan surat-surat resmi ke berbagai lembaga.
"Anggap saja ini teguran keras. Kami tak akan menuntut apa-apa. Cuma satu yang kami inginkan, tak ada lagi tindakan plagiat," ungkap Dyon.
Berdasarkan penjelasan, pabrik Viar digeledah tiga kali pada 20 dan 24 Agustus 2009 serta 1 Januari 2010. Dari penggeledahan diketahui, Viar melakukan tindakan memproduksi dan menjual model StarfitZ, StarZ, dan StarMX yang melanggar hak cipta. Pada penggeledahan tersebut, banyak unit StarfitZ dan StarZ disita oleh pihak berwenang.
"Kami secara tulus memohon maaf kepada Yamaha Motor Co Ltd pemilik hak desain industri tersebut. Kami juga memohon maaf kepada khalayak konsumen dan pihak-pihak yang terkait atas terganggunya pasar sepeda motor akibat kegiatan kami melanggar hukum," ujar Ignatius Kartiman, Presiden Direktur Viar, dalam keterangan resminya.
Read more »

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Facebook Comments

 
Powered by Blogger